PERINGATI HARI PAHLAWAN, MAHASISWA EKONOMI SYARIAH MELAKUKAN ZIARAH MAKAM PAHLAWAN DI JOMBANG

PERINGATI HARI PAHLAWAN, MAHASISWA EKONOMI SYARIAH MELAKUKAN ZIARAH MAKAM PAHLAWAN DI JOMBANG

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pada Tanggal 10 November merupakan peringatan Hari Pahlawan Nasional. Hari Pahlawan ditujukan untuk mengenang pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan Pasukan Inggris yang terjadi di Surabaya pada 10 November 1945. Selain itu Hari Pahlawan diperingati untuk mengapresiasi perjuangan para pahlawan dan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda Indonesia. Maka untuk itu pada tanggal 10 November kemarin Departemen Srikandi HMP(Himpunan  Mahasiswa Prodi) Ekonomi Syariah UNWAHA mengadakan ziarah Makam Pahlawan untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan bersama seluruh mahasiswa Ekonomi Syariah. Destinasi ziarah makam ini yaitu tokoh Nahdhatul Ulama yang ada di kabupaten Jombang.

Tujuan pertama adalah Makam KH. Abdul Wahab Hasbullah yang merupakan Pahlawan Nasional sekaligus Inisiator penggerak Nahdhatul Ulama bersama KH. Hasyim Asy’ari. K.H. Abdul Wahab Hasbullah lahir di Jombang pada 31 Maret 1888, beliau merupakan putra dari K.H. Hasbulloh Said Pengasuh Pesantren Tambakberas di Jombang, sedang Ibunya bernama Nyai Latifah. Gelarnya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia baru disematkan pada 7 November 2014 oleh Presiden RI ke-7 yaitu Ir. Joko Widodo. Kemudian dilanjutkan perjalanan kedua yaitu Makam KH. Bishri Syansuri. KH Bisri Syansuri beliau adalah seorang Ulama dan salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang ahli di bidang fikih (hukum Islam). Selain aktif di bidang keagamaan, KH Bisri juga terjun ke dunia politik dan dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkawinan pada masa awal Orde Baru.

Selanjutnya tujuan terakhir adalah Makam KH. Hasyim Asy’ari. KH Hasyim Asy’ari juga sering disebut sebagai pejuang dan pembaru karena kontribusinya tidak hanya untuk Islam, tetapi juga untuk Indonesia. Seperti yang telah diketahui bersama, beliau adalah pahlawan nasional yang menjadi tokoh penting dalam gerakan 10 November di Surabaya. Momen bersejarah itu tak bisa lepas dari peran fatwa Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU), yang menggerakkan Warga dan juga kalangan Santri untuk menghantam pasukan sekutu di Surabaya. Selain berziarah teman-teman dari Ekonomi Syariah juga berkunjung ke museum KH. Hasyim Asy’ari dengan harapan dapat menambah banyak wawasan baru terhadap peristiwa Islam Nusantara terdahulu, meningkatkan rasa ingin tahu dan belajar tentang peristiwa-peristiwa terdahulu yang menjadi saksi bersejarah bangsa Indonesia.

(Redaksi : Ashlihah, Isyatir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.